Andrya Tantra Rilis Album Perdana "Nothing Personal Disorder"

0



Di tengah dinamika sosial yang semakin gemar memberikan label psikologis secara sembarang, Andrya Tantra muncul dengan sebuah respons artistik yang tajam. Fenomena pelabelan Narcissistic Personality Disorder (NPD) yang belakangan sering digunakan sebagai senjata untuk menghakimi ambisi seseorang menjadi pemantik utama lahirnya album bertajuk "Nothing Personal Disorder". Melalui karya solo perdananya ini, Andrya berupaya menggeser perspektif penghakiman tersebut menjadi sebuah perenungan yang lebih jernih mengenai kompleksitas karakter manusia dalam ruang keseharian.


Langkah Andrya Tantra untuk terjun sebagai solois merupakan sebuah babak baru yang cukup kontras dengan rekam jejaknya di industri musik. Sebelumnya, ia lebih dikenal sebagai pemain bass dari unit musik Dongker serta bagian dari kelompok Ample. Dalam proyek mandiri yang dirilis melalui Cruising Records pada 24 April 2026 ini, Andrya mengambil kendali penuh sebagai penulis sekaligus produser utama. Kebebasan kreatif ini memungkinkannya untuk menjelajahi spektrum musikal yang lebih personal dan eksperimental tanpa harus terikat pada pakem grup sebelumnya.


Secara sonik, "Nothing Personal Disorder" membangun fondasi pada genre alternatif yang diperkaya dengan lapisan psikedelik yang cair. Struktur musiknya sengaja dibuat tidak kaku agar mampu menampung berbagai eksperimen suara yang melintasi batas genre. Pendengar akan menemukan sentuhan blues, country, hingga elemen hip-hop yang disisipkan secara halus untuk memberikan kedalaman emosional. Pendekatan ini mencerminkan sikap Andrya yang memilih untuk melawan arus utama industri demi mempertahankan integritas artistik dan kejujuran dalam berkarya.


Salah satu daya tarik utama dalam album ini adalah trek berjudul "Aku Malu", yang menampilkan kolaborasi apik dengan musisi eksentrik Jason Ranti. Petikan gitar dari Jason Ranti memberikan warna ambiens yang intim dan minimalis, menciptakan kontras yang indah dalam spektrum alternatif album ini. Kolaborasi ini tidak hanya menambah nilai estetika, tetapi juga memperkuat karakter album yang mengedepankan kesederhanaan namun sarat akan makna tersembunyi di setiap nadanya.


Aspek naratif dalam album ini terasa sangat mentah dan personal, di mana Andrya mengaku tingkat keterkaitan pribadinya mencapai angka sembilan dari sepuluh. Melalui tiga trek utama yaitu “N.P.D”, “Jauhi Fantasiku”, dan “Bertemu Lagi”, ia membawa pendengar menyusuri perjalanan emosional mulai dari kekacauan, pencarian ruang bebas, hingga berakhir pada titik penerimaan yang tenang. Keresahan sosial yang ia alami langsung diterjemahkan menjadi lirik-lirik yang jujur tanpa ada yang ditutup-tupi.


Eksplorasi tema dalam lagu-lagu lainnya pun tak kalah berani, mulai dari kritik terhadap kepalsuan di media sosial hingga kemarahan atas eksploitasi. Lagu seperti “Validasi” menyasar fenomena haus pengakuan, sementara “Tebang” menjadi saluran amarah atas ketidakadilan yang terjadi. Andrya menegaskan bahwa album ini adalah wadah untuk menumpahkan seluruh emosi dan pikirannya, dengan harapan bahwa kritik yang ia sampaikan dapat menjadi pelajaran bagi siapa saja yang mendengarnya tanpa merasa menjadi manusia yang paling sempurna.


Untuk menyempurnakan visi artistiknya, Andrya Tantra merangkul sejumlah kolaborator lintas disiplin, mulai dari Radya Henggar sebagai co-producer hingga tim visual yang terdiri dari Allan Soebakir dan rekan lainnya. Tidak hanya berhenti pada rilisan digital, "Nothing Personal Disorder" juga akan dipresentasikan melalui rangkaian aktivasi performatif seperti video musik dan showcase di kota Bandung serta Jakarta. Rangkaian acara ini dirancang agar pendengar dapat merasakan pengalaman multidimensi dari sebuah karya yang lahir dari kegelisahan batin dan realitas sosial yang nyata.

Post a Comment

0Comments
Post a Comment (0)