Memasuki usia kelima dalam kancah musik tanah air, The Lantis memutuskan untuk melakukan langkah besar yang menandai transformasi penting dalam karier mereka. Tepat pada 29 April 2026, band yang sebelumnya dikenal dengan format trio ini secara resmi mengumumkan penambahan dua personel baru untuk memperkuat identitas musikal mereka. Giri (bass & vokal), Ravi (gitar & vokal), dan Ojan (gitar) kini menyambut Yudevio Mayabi atau Vio sebagai drummer tetap serta Feisal Syarief atau Feisal sebagai keyboardist dalam jajaran formasi inti.
Kehadiran Vio dan Feisal sebenarnya bukanlah hal asing bagi para penggemar setia The Lantis. Sebelum resmi menyandang status sebagai personel tetap, keduanya telah lama mendedikasikan diri sebagai session player yang mengiringi berbagai aksi panggung band ini di berbagai kota. Keputusan untuk mematenkan posisi mereka diambil berdasarkan chemistry musikal yang telah terbangun kuat selama masa kolaborasi tersebut, yang kini dipandang sebagai fondasi utama untuk memperkokoh struktur musik The Lantis di masa depan.
Perubahan formasi ini lahir dari sebuah refleksi mendalam mengenai kebutuhan artistik band. Ravi mengungkapkan bahwa selama berjalan dengan tiga orang, ada perasaan bahwa ada sesuatu yang kurang lengkap secara kolektif. Meski secara penampilan panggung mereka selalu didukung musisi tambahan, terdapat aspek esensial dalam proses kreatif, aransemen, hingga pengembangan konsep general yang terasa belum maksimal. Ojan menambahkan bahwa saat mereka mulai mencoba menulis lagu bersama sebagai kuintet, "percikan" kreativitas yang sempat hilang seolah kembali berkobar.
Aspek kedekatan personal juga menjadi alasan mengapa Vio dan Feisal adalah pilihan yang paling tepat. Giri menjelaskan bahwa hubungan mereka bukan sekadar rekan kerja, melainkan sahabat dengan sejarah yang panjang. Feisal adalah teman masa kecil Ravi sekaligus tetangga Giri, sementara Vio telah bersahabat dengan Ojan sejak masa SMA. Hubungan emosional yang sudah terjalin jauh sebelum urusan profesional ini membuat kelimanya merasa sangat klop, baik secara visi musik maupun kepribadian sebagai sebuah kolektif seni.
Bagi kedua personel baru, bergabung dengan The Lantis adalah sebuah pencapaian yang emosional. Vio, yang mulai aktif menjadi musisi pendukung sejak 2024, mengibaratkan transisinya ini seperti kenaikan jabatan dari staf menjadi jajaran direksi, sebuah bentuk apresiasi atas kinerjanya selama ini. Di sisi lain, Feisal menempuh perjalanan yang cukup menantang karena ia harus meninggalkan pekerjaannya sebagai karyawan kantor. Melalui pertimbangan matang, dukungan orang terdekat, serta restu orang tua, ia akhirnya mantap memilih jalan musik sepenuhnya bersama The Lantis.
Jika menilik ke belakang, The Lantis terus mengalami evolusi gaya musik yang sangat dinamis. Sejak debut melalui album Pilot (2021) yang kental dengan nuansa retro, mereka berlanjut ke album Pancarona (2024) yang menjadi ruang eksplorasi lebih luas. Kini, melalui EP bertajuk Cara Mencintai, mereka menunjukkan kedewasaan bermusik yang lebih matang. Formasi lima orang ini dipandang sebagai fase evolusi paling krusial untuk mengeksekusi visi-visi musik yang lebih kompleks dan berani di masa mendatang.
Menutup babak baru ini, Ravi menegaskan bahwa lima tahun pertama The Lantis hanyalah sebuah fase pencarian dan pengenalan identitas. Dengan format kuintet yang kini telah resmi, mereka siap untuk benar-benar melangkah lebih jauh di industri musik. Ambisi mereka tidak lagi sekadar berkarya, namun juga untuk merayu lebih banyak telinga dan menyentuh lebih banyak hati pendengar melalui komposisi yang lebih matang. Kini, The Lantis telah lengkap dengan formasi Giri, Ravi, Ojan, Feisal, dan Vio yang siap mengukir sejarah baru.

